- Jalan-Jalan ke Alun-Alun Bung Karno, Pulangnya Bawa Ilmu Baru!
- Menjemput Impian di Kaki Gunung Ungaran
- Penguatan Literasi Guru dalam Menghadapi Tantangan Zaman
- Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- Sosialisasi Dana Alokasi Khusus Tahun 2027
- Kegiatan Apel Pagi 15 Juni 2026
- Yuk, asah kemampuan public speaking kamu di kelas keterampilan MASTER OF CEREMONY
- Asah kreativitas dan imajinasi si kecil lewat warna di Perpustakaan
- Kuatkan hati, teguhkan integritas, dan jaga marwah pelayanan publik.
- Pembekalan Peserta Lomba Video Konten Literasi Kab. Semarang 2026
Penguatan Literasi Guru dalam Menghadapi Tantangan Zaman
Berita Terkait
- Yuk, asah kemampuan public speaking kamu di kelas keterampilan MASTER OF CEREMONY0
- Pembekalan Peserta Lomba Video Konten Literasi Kab. Semarang 20260
- kelas keterampilan membuat hiasan tangan cincin pengantin0
- Kunjungan Literasi TK Bandarjo II0
- Bimbingan Teknis Kepenulisan Tahap III0
- Kunjungan RELIMA (Relawan Literasi Masyarakat Kab. Semarang)0
- Aktivitas Kunjungan Masyarakat Umum di Perpustakaan Kab. Semarang0
- Persiapan Lomba Bertutur Tk. Provinsi Jawa Tengah0
- Kelas Mewarnai0
- Kunjungan Mahasiswa UIN untuk Penelitian dan Wawancara0
Berita Populer
- Forum Ruang Ibu Sebagai implementasi Literasi Berbasis Insklusi Sosial
- KELAS BRAILLE DI PERPUSTAKAAN
- [Video] Arsip Film Perjuangan - Palagan Ambarawa
- PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARSIP DI PEMERINTAH DESA
- Rakor Pengawasan Kearsipan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov.Jawa Tengah
- PERPUSTAKAAN SEBAGAI POROS LITERASI DIGITAL
- GALERI FOTO PAMERAN
- Rabu Seru Ibu Dan Anak di Perpustakaan
- [Video] Daya Tarik Wisata Kabupaten Semarang 1
- SEJARAH KABUPATEN SEMARANG

Guru yang literat adalah fondasi utama dalam melahirkan generasi siswa yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut mengemuka dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber Dwi Siwi Andyani, S.Psi, M.M. pada hari Selasa, 23 Juni 2026 melalui ulasan penting mengenai strategi efektif penguatan literasi bagi para tenaga pendidik di SMP Islam Sudirman Sumowono.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa seorang tenaga pendidik tidak hanya dituntut menguasai enam literasi dasar—mulai dari baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, hingga budaya dan kewargaan—tetapi juga harus mampu menjadi teladan (role model) yang nyata di lingkungan sekolah. Guru yang aktif membaca dan menulis secara reflektif diyakini akan lebih mudah menciptakan atmosfer sekolah yang literat.
Lebih lanjut, implementasi penguatan ini dapat diwujudkan melalui strategi yang terstruktur. Mulai dari gerakan pembiasaan wajib membaca 15 menit sebelum kelas dimulai, keaktifan guru dalam mengikuti pelatihan kompetensi kependidikan, hingga pemanfaatan platform digital. Di tingkat kelas, kreativitas guru menjadi kunci utama melalui penerapan metode Project Based Learning serta penyediaan sudut baca yang interaktif guna menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Mari kita bersama-sama mendukung gerakan penguatan literasi guru ini demi menciptakan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih gemilang!


.png)




